Kamis, 05 Januari 2012

RPP KELAS 1 SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan pendidikan                     : MAN I KEBUMEN
Kelas/semester                         : X / 2
Program                                   : -
Mata pelajaran                          : SOSIOLOGI
Alokasi waktu                           : 12 x 45 menit

A.     Standar Kompetensi
Menerapkan nilai dan norma dalam proses pembentukan kepribadian
B.     Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan sosialisasi sebagai proses dalam pembentukan kepribadian
C.     Indicator Pencapaian Kompetensi
1.      Menjelaskan definisi sosialisasi
2.      Mengidentifikasi media sosialisasi
3.      Mendeskripsikan tahapan sosialisasi
4.      Mendeskripsikan pola sosialisasi dalam keluarga
5.      Menjelaskan definisi kepribadian
6.      Mendeskripsikan faktor-faktor pembentuk kepribadian
D.     Tujuan Pembelajaran

Rabu, 04 Januari 2012

MATERI SOSIOLOGI KELAS 1 BAB 5


BAB 5
PERILAKU MENYIMPANG, SIKAP ANTI SOSIAL, DAN PENGENDALIAN SOSIAL
A.      PERILAKU MENYIMPANG
1.      Pengertian menyimpang
Beberaa definisi menurut para sosiolog.
James Vander Zander, perilaku menyimpang merupakan perilaku yang diangggap sebagai hal tercela dan diluar batas toleransi oleh sejumlah besar orang.
Robert M. Z. Lawang, perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari nora-norma yang berlaku dalam suatu system sosial yang menimbulkan usaha dari mereka yang berwewenang dalam system itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.
Paul B. Horton, penyimpangan adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelimpok atau masyarakat.
Dari definisi diatas, pengertian perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang menyimpang

MATERI SOSIOLOGI KELAS 1 BAB 4


BAB 4
PROSES SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
A.      SOSIALISASI
Secara sederhana sosialisasi dapat diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup yang berkenaan dengan bagaimana individu mempelajari cara-cara hidup serta norma dan nilai sosial yang ada dalam kelompoknya agar dapat berkembang menjadi pribadi yang dapat diterima oleh keompoknya. Definisi menurut para ahli:
Charlotte Buhler, sosialisasi adalah proses yang membantu individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan berfikir  kelompoknya agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.
Petter Berger, sosialisasi adalah suatu proses ketika seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.

MATRISOSIOLOGIKELAS 1 BAB 3


BAB 3
INTERAKSI SOSIAL DALAM DINAMIKA KEHIDUPAN SOSIAL
A.      INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial merupakan bentuk pelaksanaan manusia dengan makhluk sosial.
1.      Factor Interaksi Sosial
a.       Imitasi, merupakan sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan.
b.      Sugesti, ialah pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak ke pihak lain.
c.       Identifikasi, adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi samadengan orang lain.
d.      Simpati, merupakan suatu proses seseorang merasa tertarik dengan orang lain.
2.      Syarat Interaksi Sosial
a.       Kontak, kontak hanya mungkin berlangsung bila kedua belah pihak sadar akan kedudukan atau keadaan masing-masing, bisa memberikan tanggapan. Dilihat dari wujudnya kontak dibedakan menjadi; kontak antarindividu, kontak antar kelompok, dan kontak antara individu dan suatu kelompok.
b.      Komunikasi, adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan dari satu pihak ke pihak lain agar saling memengaruhi diantara keduanya. Agar komunikasi berlangsung dengan baik, sedikitnya dibutuhkan komponen sebagai berikut; pengirim pesan, penerima pesan, pesan, dan

Selasa, 03 Januari 2012

MATERI SOSIOLOGI BAB 2


BAB 2
NILAI DAN NORMA SOSIAL
A.           NILAI SOSIAL
1.      Pengertian Nilai Sosial
Nilai adalah perasaan yang diinginkan atau tidak diinginkan yang mempengaruhi perilaku sosial orang yang memiliki nillai tersebut. Beberapa definisi dari beberapa tokoh.
Robert M.Z. lawang, nilai adalah gambaran mengenai apa yang dinginkan yang pantas, yang berharga, dan yang mempengaruhi perilaku orang yang memiliki nilai itu.
Young, nilai adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak di sadari tentang apa yang baik dan benar, dan apa yang dianggap penting dalam masyarakat.
Green, nilai adalah kesadaran yang secara efektif berlangsung disertai emosi terhadap objek, ide, dan individu.

MATERI SOSIOLOGI KELAS 1


BAB 1
SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PERILAKU SOSIAL

A.      PERKEMBANGAN SOSIOLOGI
1.      Perkembangan awal
Para pemikir Yunani kuno, terutama Sokarates, Plato, dan Aris toteles, beranggapan bahwa masyarakat terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran. Kemakmuran maupun krisis dalam masyarakat merupakan masalah yang tidak terelakan.
Anggapan tersebut terus dianut semasa abad pertengahan. Para pemikit seperti Agustinus, Avicenna, dan Thomas Aquinas menegaskan bahwa nasib masyarakat harus iterima sebagai bagaian dari kehendak ilahi.
2.      Abad Pencerahan: Rintisan Kelahiran
Sosiologi modern berakar pada karya para pemikir abad pencerahan, pada abad ke-17M. abad itu ditandai oleh beragam penemuan di bidang ilmu pengetahuan. Derasnya perkembangan ilmu pengetahuan membawa pengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan.
3.      Abad Revolusi: Pemicu Lahirnya Sosiologi
Dengan perubahan pada abad pencerahan, terjadi perubahan revousioner di sepanjang abad ke-18M. perubahan ini dikatakan revoolusioner karena dengan cepat struktur atau tatanan masyarakat lama berganti struktur yang baru. Revolusi sosial peling jelas tampak dalam revolusi Amerika, revolusi industry, dan Revolusi Prancis. Ketiga revolusi itu berpengaruh ke seluruh dunia. Hal ini wajar karena mengingan kawasan Asia dan Afrika ketika itu menjadi koloni eropa.